ilalang kota
Kantor pos adalah fasilitas fisik tidak bergerak untuk melayani penerimaan, pengumpulan, penyortiran, transmisi, dan pengantaran surat dan paket pos. Kantor pos menjual benda-benda pos dan filateli, seperti prangko, kartu pos, amplop, dan perlengkapan untuk membungkus paket.
Berikut ini Foto Foto kantor Pos dan Telegram yang ada di Pasuruan sekitar tahun 1930.
Kantor Pos & Telegram PASURUAN (1930)
ilalang kota
PASURUAN – Ada yang menarik jika jalan-jalan ke sebuah pemukiman di Dusun Pancen, Desa Petahunan, Kecamatan Gading Rejo, Kota Pasuruan. Hampir tiap sudut jalan, warga sekitar terlihat sibuk bekerja membuat cobek tanah liat.

Kesibukan tersebut terlihat karena di Dusun Pancen ini memang dikenal sebagai sentra industri kecil kerajinan cobek dan gerabah tanah liat di wilayah Kota Pasuruan.

Aktifitas tersebut semakin mencolok, terlebih karena cobek semakin dicari menjelang hari besar Islam, Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan dirayakan pada dua minggu ke depan ini.

Momentum Maulid Nabi tetap memberikan berkah bagi pengrajin cobek, lantaran sampai saat ini cobek masih dijadikan tradisi oleh sebagaian besar umat Islam untuk digunakan sebagai wadah meletakkan buah maupun makanan lainnya saat perayaan berlangsung nanti.

Tiap cobek yang dihasilkan, sedianya dijual ke sejumlah tengkulak dengan harga sebesar Rp 700, meningkat dibanding pada hari-hari sebelumnya yang hanya senilai Rp 300 per cobek.
ilalang kota
The Waterfall in Love adalah nama keren dari Coban Waru. Coban Waru ini merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki desa Nongkojajar yang berada diantara dua desa yaitu Wonosari dan Kayukebek, atau satu jam perjalanan dari pasar Nongkojajar Pasuruan.

Tempat ini sangat cocok untuk melepaskan kepenatan dari aktivitas kita sehari-hari.  Kondisi alamnya yang masih perawan dan udaranya yang sejuk akan membuat kita merasa lebih tenang dan tidak ingin beranjak dari tempat ini. Anda pasti bingung untuk memilih tempat yang cocok untuk berfoto-foto karena semua lokasi yang mengelilingi air terjun ini begitu indah…Coban Waru memiliki ketinggian sekitar 25 meter.  Curah hujan di kawasan ini rata-rata 1.800 mm/th dengan bulan basah antara November sampai Maret dan bulan kering antara bulan April hingga Oktober yang mencapai suhu sekitar 22°C.

Coban Waru sangat cocok dikunjungi jika anda ingin merasakan keasrian dan keelokan alam yang masih perawan disertai dinginnya aliran air terjun dan suara gemericik air yang menambah keindahan air terjun setinggi 75 meter ini.
Label: 0 komentar |
ilalang kota

Nongkojajar mempunyai potensi alam yang cukup bagus untuk di kunjungi yaitu Wisata Air Terjun " Sumber Nyonya " yang terletak di Dusun Gunung Sari Desa Tutur deket dengan lokasi wisata Bukit Flora.
Selain alamnya yang indah juga airnya yang cukup jernih, biasanya pada hari minggu atau hari libur banyak pengunjung yang datang mengunjungi wisata air terjun ini.
Air Terjun Gunung Sari ini merupakan air terjun yang tergolong aman karena air tidak langsung jatuh ke tanah, dimana air yang jatuh terlebih dahulu mengenai bebatuan yang berada di tingkat yang lebih rendah, sehingga tidak ada tempat yang dalam di sekitar hempasan air. Air terjun ini terletak di areal perkebunan kopi penduduk.
Lokasi Air terjun ini Terletak di Desa Gunung Sari Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa timur.

Label: 1 komentar |
ilalang kota
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
 
اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ
 
 
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan kalian, 
puasa kami dan kalian, (Semoga) tahun depan kalian dalam (keadaan) baik
 
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
S E L A M A T HARI RAYA IDUL FITRI 1 4 3 2 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
 di Hari yang Fitroh, Kita padukan Keikhlasan untuk saling memaafkan
ilalang kota
Lokasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen atau 50 km dari kabupaten Pasuruan. Tempatnya memang agak lumayan jauh untuk dijangkau para pengunjung, bayangkan saja dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam, dengan kondisi jalan licin bila hujan datang. Namun ternyata masih banyak juga pengunjung yang datang. Suasana Kabut pegunungan dan udara yang sangat dingin semakin menambah kesan angker daerah ini. Di sana pengunjung dapat menikmati suasana hening. Pertapaan Indrokilo banyak dipenuhi dengan patung patung dan arca arca peninggalan jaman Belanda.Meskipun banyak archa dan patung yang rusak namun tempat ini juga masih terawat. Disana juga disediakan penginapan, biaya sewa tidak ditentukan, tergantung keikhlasan yang memberi. Selain lokasi pertapaan di sana juga sangat baik untuk lokasi camping sambil menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara pengunungan ringgitkasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen
ilalang kota
Seni Hadrah Al Banjari menjadi salah satu kesenian tradisi masyarakat Pasuruan.
Seni Hadrah Al Banjari merupakan suatu seni bernafaskan Islam. disebut Al Banjari karena alat terbang serta aturan memukul terbangnya berasal dari Banjarmasin. Meskipun berasal dari luar daerah, kesenian ini sudah memasyarakat di Pasuruan.
ilalang kota
Di balik keindahan panorama Danau Ranu Grati,
terdapat legenda menarik. Syahdan, menurut hikayat penduduk setempat,
Desa Ranuklindungan, bekas Kademangan Klindungan, dulu makmur berkat
kesuburan alamnya.

Seorang yang sakti dan arif, Begawan Nyampo,
pernah hidup di sana. Suatu hari, ia didatangi Endang Sukarni dari
Keraton Mataram. Dia minggat dari istana. Kemolekan sang putri memikat
hati Begawan.
ilalang kota
Sakera adalah seorang tokoh pejuang yang lahir di kelurahan Raci Kota Bangil, Pasuruan, Jatim, Indonesia. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda pada awal abad ke-19. Sakera sadalah seorang jagoan daerah yang melawan penjajah Belanda di perkebunan tebu Kancil Mas Bangil. Legenda jagoan berdarah Bangil ini sangat populer di Jawa Timur utamanya di Pasuruan dan Madura.
Label: 0 komentar |
ilalang kota
Mbah Slagah, pada masa mudanya bernama mbah Hasan Sanusi, karena beliau menyebarkan Agama Islam di daerah Malang, maka mendapat julukan Mbah Slagah (Macan Putih). Selanjutnya di Pasuruan terjadi peperangan dengan Belanda yang menimbulkan banyak korban, akan tetapi pada akhirnya Belanda gagal dalam menduduki Pasuruan.
Label: 0 komentar |
ilalang kota
Makam Segoropuro terletak di Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso, Kota Pasuruan, sekitar 10 kilometer arah timur dari jantung Kota Pasuruan dengan melalui jalur Pasuruan-Probolinggo. Dari sini sebelah kiri jalan terdapat gapura Desa Kemantren Rejo, lalu masuk 2,5 kilometer menuju makam Segoropuro dengan ditandai gapura Desa Segoropuro.Pada hari biasa, kompleks makam ini nyaris tak berbeda dengan kompleks makam lainnya. Sepi, hening, hanya dikunjungi tak lebih dari dua hingga lima orang.

Tapi pada malam Jum’at Legi, peringatan haul setiap 10 Jumadil Akhir, atau pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir puasa Ramadhan jumlah pengunjung di kompleks makam Segoropuro Pasuruan meledak bukan kepalang. Saat matahari mulai bergerak ke arah barat, ribuan orang datang. Tak hanya datang dari dalam kota, namun juga dari Jember, Banyuwangi, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Jombang, Madura, Solo, bahkan Cirebon.
Label: , 0 komentar |
ilalang kota
Ada yang menarik di sentra batik Pasuruan. Kain batik yang diproduksi di Jl Bader No 177 Kalirejo, Bangil, Pasuruan, kian digemari konsumen lokal maupun internasional. Ciri khas batik ini adalah penggunaan bahan organik untuk pewarna kain.
Sri Kholifah, 47, perajin batik asal Pasuruan ini menjelaskan, batik produksinya menggunakan getah daun mangga, jolawe (sejenis rumput-rumputan), mahoni, kunyit, dan bahan-bahan dasar lainnya untuk pewarna batik produksinya. Meskipun bahan dasarnya dari tumbuhan-tumbuhan organik, kain batik produksinya beraneka warna. Dari kuning keemasan hingga cokelat tua, bahkan kebiru-biruan.
ilalang kota
Bromo mempunyai pesona alam yang sangat luar biasa, tidak akan pernah habis kekaguman kita oleh pemandangan alam yang indah. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama, gunung bromo ini merupakan gunung yang masih aktif dan objek pariwisata yang sangat terkenal diwilayah jawa Timur. Gunung bromo mempunyai ketinggian 2.400 meter diatas permukaan laut.

Padang Savana dialam pegunungan yang sangat sejuk, kita dapat melihat rerumputan kering dan padang pasir yang sangat luas. Yang sangat menarik dan indah pada saat matahari terbit yang kita lihat dari Puncak Gunung di Pananjakan, karena kabut yang menyelimuti bawah gunung bromo membuat panorama indah dan mistik. Untuk mencapai gunung pananjakan kita dapat menyewa mobil hardtop yang banyak terdapat di penginapan. Atau jika anda ingin menikmati pemandangan secara alami dan sehat anda dapat melewati jalan setapak menunuju jalan penanjakan. Tetapi sangat disarankan anda menyewa guide yang sudah sangat terbiasa akan jalan dan medan di Bromo.
Label: 0 komentar |
ilalang kota
Nama Elpamas tadinya merupakan kependekan dari “Elektronik Payung Mas”, nama sebuah toko elektronik milik Anthony Depamas yang menyuplai peralatan band buat para personel Elpamas. Belakangan, kepanjangan nama Elpamas diplesetkan ke dalam bahasa Jawa, yaitu Elek-elek Pandaan Mas. Karena band ini memang berasal dari daerah Pandaan, Pasuruan (Jawa Timur).

Awal terbentuk, sekitar tahun 1983, Elpamas tidak langsung memainkan musik rock. Lewat panggung-panggung tingkat RT dan ‘bergerilya’ dari kampung ke kampung, Elpamas dikenal luas sebagai band yang mengusung musik dangdut.

Tapi kemudian, Elpamas tidak terlalu lama mengusung jenis musik ini. Tahun berikutnya, menjelang mengikuti festival rock yang digelar oleh Log Zhelebour mereka pun ganti haluan.
ilalang kota
TAYUBAN sebagai sebuah tradisi masyarakat Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun Daerah Istimewa Yogyakarta
sebenarnya hanyalah sebentuk tarian. Seperti halnya cokek, yang dikenal dalam kebudayaan masyarakat Betawi. Dalam
asumsi antropologi budaya, kebudayaan banyak dilahirkan dari suatu peristiwa sejarah yang menyakitkan.

Perasaan tertekan sebagai akibat kehidupan di era feodal dan kolonial ditransformasikan ke dalam bentuk seni
pertunjukan. Meski dari awal tayub adalah seni gambyong istana, pada perkembangannya harus keluar dan terdegradasi
menjadi seni rakyat, yang makin hari dipandang dari sisi mesumnya, berkualitas rendah, dan bertendensi prostitusi. Prof
Dr Suripan Sadi Hutomo (alm), pakar filologi dan folklor humanis, pernah melukiskan bahwa pada tingkatan seni rakyat
yang lebih rendah lagi, tayuban mengalami perubahan.
ilalang kota
Danau Ranu Grati merupakan salah satu obyek wisata alam kabupaten pasuruan. Dengan luas 198 hektar ini, Danau Ranu Grati ini terletak diantara 3 desa di kecamatan Grati, yaitu Desa Sumberdawesari, Desa Ranuklindungan, dan Desa Gratitunon. Jumlah penduduk yang bermukim di sekitar Ranu Grati sekitar 18.564 jiwa. Lokasi danau Ranu Grati berada di sebelah selatan tidak jauh dari jalan pantai utara diantara ruas Pasuruan - Probolinggo. Di Danau Ranu Grati ini mulai dulu sampai sekarang banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mencari penghasilan mencari ikan, dikawasan Danau Ranu Grati (biasanya disebelah barat) banyak berdiri keramba untuk menangkap ikan.
ilalang kota
I. Lokasi
Desa Pusungmalang termasuk wilayah Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, terletak di lereng Gunung Penanjakan salah satu anak Gunung Bromo. Dari kota Pasuruan menuju ke desa tersebut akan melewati beberapa desa antara lain, desa Gondangwetan, desa Pasrepan, desa Puspo dan kemudian naik menelusuri bukit-bukit yang ber kelok-kelok dan terjal kurang lebih selama dua jam perjalanan, barulah sampai ke Desa Pusungmalang ini. Desa Pusungmalang terdiri atas lima Dusun yaitu: Dusun Mangu, Wonogriyo, Kenongo, Jagungsromo, dan Dusun Pusungmalang. Tim Balai Arkeologi Yogyakarta sudah empat tahap (satu tahap penelitian dalam satu tahun) mengadakan penelitian dan berhasil mengidentifikasi sebuah tinggalan arkeologi berbentuk punden berundak dari masa Hindu yang dinamakan Candi Sanggar, dan letaknya di Dusun Wonogriyo.
Label: 0 komentar |
ilalang kota
Kiai Hamid lahir pada tahun 1333 H (bertepatan dengan 1914 atau 1915 M) di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya di dukuh Sumurkepel, desa Sumbergirang. Sebuah pedukuhan yang terletak di tengah kota kecamatan Lasem. Begitu lahir, bayi itu diberi nama Abdul Mu’thi. Itulah nama kecil beliau hingga remaja, sebelum berganti menjadi Abdul Hamid.

Abdul Mu’thi kecil biasa dipanggil “Dul” saja. Tapi, seringkali panggilan ini diplesetkan menjadi “Bedudul” karena kenakalannya.

Mu'thi memang tumbuh sebagai anak yang lincah, extrovert, dan nakal. “Nakalnya luar biasa,” tutur KH. Hasan Abdillah Glenmore, adik sepupu beliau. Tapi nakalnya Mu’thi tidak seperti anak-anak sekarang: yang sampai mabuk-mabukan atau melakukan perbuatan asusila. Nakalnya Mu'thi adalah kenakalan bocah yang masih dalam batas wajar, tapi untuk ukuran anak seorang kiai dipandang “luar biasa”. Sebab, sehari-hari dia jarang di rumah. Hobinya adalah bermain sepak bola dan layang-layang. Beliau bisa disebut bolamania alias gila sepak bola, dan ayahandanya tak bisa membendung hobi ini. Karena banyak bermain, ngajinya otomatis kurang teratur walaupun bukan ditinggalkan sama sekali. Dia mengaji kepada KH. Ma’shum (ayahanda KH. Ali Ma’shum Jogjakarta) dan KH. Baidhawi, dua “pentolan” ulama Lasem.
Label: 2 komentar |
ilalang kota
Masyarakat Suku Tengger merupakan salah satu masyarakat yang hidup di pegunungan Bromo di Kawasan Probolinggo ? Pasuruan ? Lumajang ? Malang. Konon asal mula cerita masyarakat Tengger terbentuk dari pelarian prajurit dan penduduk Majapahit ketika suatu ketika kerajaan ersebut diserang oleh Demak. Untuk mempertahankan diri jalan atu-satunya bagi mereka adalah melarikan diri, dan sampailah mereka dipegunungan Tengger.

Perjalanan selanjutnya, sebagai suku pelarian dan membentuk suatu masyarakat dengan berbagai pranata sosialnya mereka memiliki berbagai karakteristik sosial, budaya, politik dan agama. Berbagai aspek karakteristik tersebut saling terkait satu sama lain dan tidak bisa dipisah-pisahkan. Agama memiliki keterkaitan dengan politik dan sosial dan demikian pula sebaliknya.
Label: 0 komentar |
ilalang kota
Makam Mbah Bangil bertarikh 680M

Grati/Telaga Pager

Di ujung timur tlatah Jawa Timur ini, yang merupakan gerbang antara laut dan pegunungan ke ujung timur Jawa, dikisahkan terjadi pabaratan antara orang Bali dan orang Jawa. Yang termasuk sejarah tlatah ini adalah kisah mengenai danau Grati yang sering dituturkan kembali pada kakawin Pararaton diatas dengan nama Telaga pager.

Bangil/Banger/Bengal/Bang-il

Menurut catatan Tiongkok ada kabar berita dari Raja Ta-Cheh (Mu'awiyah bin Abu Sofyan) mengirimkan utusan untuk menyelidiki kerajaan Kalingga (674/675M) yang mendarat di Syah Bandar yang bernama Banger/ Bang-il. Lalu dalam kakawin Harsawijaya dimana R. Wijaya berangkat ke pelabuhan Banger dekat Rembang yang menuju Sungeneb (Sumenep Madura).
Label: 2 komentar |
ilalang kota

Pandakan berasal dari kata paundak-undakan merupakan daerah yang bertebing, merupakan daerah yang terkenal sejak dahulu sebagaimana dipetik dari Terjemahan K.J. Padmapuspita (Jogjakarta, Taman Siswa, 1966) hal 70-79. Sebagai berikut, ...Sri Ranggawuni meninggalkan seorang anak laki-laki, bernama Sri Kertanegara; Mahisa-Cempaka meninggalkan seorang anak laki-laki juga, bernama Raden Wijaya. Kertenegara menjadi raja, bernama Batara Siwabudha. Adalah seorang hambanya, keturunan orang tertua di Nangka (Nangkajajar), bernama Banyak-Wide, diberi sebutan Arya Wiraraja, rupa-rupanya tidak dipercaya, dijauhkan, disuruh menjadi adipati di Sungeneb, bertempat-tinggal di Madura sebelah timur. Ada patihnya, pada waktu ia baru saja naik ke atas tahta kerajaan, bernama Empu Raganata ini selalu memberi nasehat untuk keselamatan raja, ia tidak dihiraukan oleh Sri Kertanegara;
Label: 0 komentar |
ilalang kota
Untung Suropati (lahir: Bali, 1660– wafat: Bangil, Jawa Timur, 5 Desember 1706) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang di Pulau Jawa. Ia telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.
 
Asal-Usul Si Untung
Nama aslinya tidak diketahui. Menurut Babad Tanah Jawi ia berasal dari Bali yang ditemukan oleh Kapten van Beber, seorang perwira VOC yang ditugaskan di Makasar.

Kapten van Beber kemudian menjualnya kepada perwira VOC lain di Batavia yang bernama Moor. Sejak memiliki budak baru, karir dan kekayaan Moor meningkat pesat. Anak kecil itu dianggap pembawa keberuntungan sehingga diberi nama Si Untung.
Label: 0 komentar |
ilalang kota
Gedung P3GI ini merupakan salah satu gedung tertua dan terbesar di kota Pasuruan, gedung ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, dimana gedung ini menjadi salah satu tempat pusat penelitian perkebunan gula.

Menurut informasi yang pernah saya pelajari dulu di sekolah.gedung ini didirikan pada tahun 1887 dengan nama “Proefstation Oost Java” atau POJ, itu kala nama kerennya, tapi kalau orang pasuruan sendiri sering menyebut gedung itu dengan nama Prop, mungkin lidah orang pasuruan ga sama dengan lidah orang bule… he,,he… jika temen-temen ingin tau lebih jelas tentang sejarah gedung P3Gi, disini saya lampirkan yang saya kutip dari sugarresearch.org
ilalang kota
Masid yang berdiri megah di depan alin-alun Kota Pasuruan ini merupakan bangunan bersejarah yang dibangun lebih dari lima abad yang lalu oleh Mbah Slagah seorang tokoh pejuang Islam di pasuruan. Bangunan seluas 3000 m2 yang di bangun diatas tanah yang seluas 3600 m ini bercorak Timur Tengah dan modern.

Masjid yang telah beberapa kali mengalami pemugaran ini tetap konsisten menjaga gaya arsitkturnya yang khas serta kaya dengan detail-detail menarik. Bentuk ornamennya adalah kaligrafi Arab dalam bentuk-geometris, hampir semua ornamen di dinding asli sejak saat didirikannya.
ilalang kota
Sejarah perkembangan pabrik gula Kedawoeng Pasuruan terdiri dari beberapa periode yang sering mengalami perubahan atau pergantian kepemilikan sesuai dengan perubahan waktu dan perubahan pemerintahan sampai akhirnya PG. Kedawoeng Pasuruan menjadi sebuah BPUPPN ( Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Negara ).
PG. Kedawoeng didirikan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, tanggal 6 November 1898, dengan nama NV. Kedawoeng dan diresmikan oleh Mevrouw De Wed Lebret. Di daerah Kedawoeng karisidenan Passourouang (Pasuruan). Nama Kedawoeng diambil dari Jawa bahasa Jawa dari kata-kata 'ke da-ung' yang berarti 'kaya daun'. Daerah ini sekitar 45,5 hektar yang merupakan tanah tunjangan bagi Letnan/Panglima Perang Hindia Belanda yng pada waktu itu dikuasakan kepada Johannes Coert yang dipindahkan pada tahun 1792 ke Pasuruan sebagai Letnan dan Panglima Pasuruan, di mana ia menggantikan Mayor tit. Adriaan van Rijck yang meninggal pada 14 Agustus 1792.
Label: 1 komentar |
ilalang kota

Kera – kera yang di pelihara oleh penemu Banyu Biru ( P. tombro ) berkembang biak hingga beratus – ratus ekor. Pada waktu pendudukan Jepang kera-kera itu habis ditembaki dan sisanya menyingkir kehutan di dekat desa Umbulan yang terkenal dengan sumber air minumnya
Para pedagang yang datang dari semenanjung Arab banyak menimbulkan perubahan dan peradaban baru di tanah air kita khususnya kerajaan Majapahit pada waktu itu. Agama islam yang di bawanya serta cepat sekali meresab dalam hati rakyat terutama rakyat kecil yang pada mulanya selalu hidup dalam lingkungan kasta dan perbedaan sesial lainnya. Pelan tapi pasti kerajaan Majapahit yang dulu di bangun dengan menelan korban harta dan jiwa mulai memudar cahayanya.
Label: 0 komentar |
Warung KOPI Pasuruan
Arti Lambang

Berdasarkan PERDA No. II/1988 Pasal.3 tentang bentuk lambang daerah, maka lambang Kabupaten Pasuruan adalah sebagai berikut :

Perisai dengan warna hijau tua melambangkan sifat-sifat ketahanan dan ketabahan dalam mencapai kesejahteraan dan kedamaian.Bingkai warna hitam melambangkan garis-garis kebijaksanaan.

Pita bertuliskan “KABUPATEN PASURUAN” menunjukkan 1 daerah yang dilukiskan dalam lambang daerah.
Warung KOPI Pasuruan
Bentuk perisai bulat telur, pita merah putih sebagai bingkai dari perisai Tugu Kota Pasuruan
Bintang segi lima atas tugu

Padi seutas dengan 17 butir disebelah kiri, kapas dengan jumlah bunga kapas 8 disebelah kanan.
Laut dan gunung sebagai latar belakang.

Pita putih dengan tulisan motto “SURA DIRA SATYA PATI”

Tugu berdiri tegak ditengah perisai melukiskan sesuatu produk dari pada sejarah perjuangan fisik dimasa lampau yang telah dihasilkan secara gemilang, dan juga merupakan monument Kota Pasuruan yang terletak seolah olah diapit oleh Gunung Tengger dan selat Madura
Warung KOPI Pasuruan
Abad XVI (dasawarsa pertama) : Pate Supetak adalah Raja di Gamda (Pasuruan)

(1545) Pasuruan ditaklukan oleh Sultan Trenggono dari Demak. Sejak saat itu Pasuruan menjadi kekuatan Islam yang penting di ujung timur Jawa. Setelah kematian Sultan Trenggana 1546 di Demak rupanya Pasuruan semakin menjadi daerah yang setengah merdeka. Pada tahun-tahun berikutnya terjadi perang dengan kerajaan Blambangan yang masih beragama Hindu-Budha. Pada tahun 1601 ibukota Blambangan dapat direbut oleh Pasuruan.
Warung KOPI Pasuruan
Pada 1589 gabungan Adipati Jawa Timur dan pesisir dekat Japan Mojokerto menghentikan gerakan pasukan Senopati Mataram Hadiningrat ke timur, Adipati Pasuruan juga membantu Adipati Surabaya, lawan terpenting penakluk dari Jawa Tengah itu. Ada petunjuk bahwa para pejabat di Surabaya, Kapulungan, dan Pasuruan pada sekitar 1600 berhubungan keluarga. 

Pasuruan ditaklukkan oleh Mataram merupakan bukti bahwa Pasuruan merupakan Kadipaten yang amat diperhitungkan menurut HC de Graaf. Mengenai penaklukan Kota Pasuruan, Meinsma Babad, menuturkannya sangat singkat (hlm. 131), sedangkan Babad B. P. (Jil. VIII, hlm. 58-67) menceritakannya panjang lebar. Demikian juga Serat Kandha (hlm. 733-737).
Warung KOPI Pasuruan
Pengambilalihan kekuasaan kraton Islam di Jawa Tengah oleh Sultan Pajang Hadiningrat tidak menimbulkan keguncangan di Pasuruan maupun daerah Jawa Timur lainnya. Pada 1581M Sultan Pajang Hadiningrat diakui sebagai Sultan oleh Kanjeng Sunan Prapen dari Giri dalam suatu rapat Adipati Pasuruan hadir juga disana. Ada dugaan bahwa penyatuan kekuasaan politik raja-raja Islam Jawa Tengah dan Jawa Timur di bawah pimpinan pemuka agama dari Giri dan Sultan Pajang Hadiningrat juga bertujuan mengatasi ancaman raja-raja di ujung timur Jawa yang dibantu oleh Dewa Agung dari Bali. Adipati Pasuruan yang tlatahnya hampir berbatasan langsung dengan Blambangan, mempunyai alasan kuat untuk mengusahakan persahabatan dengan raja-raja Islam lainnya. Dengan demikian Pasuruan memberikan pengakuan atas kekuasaan kerajaan Pajang Hadiningrat. 
Warung KOPI Pasuruan
Kerajaan yang berdasarkan pada hukum syariat Islam yang ketat sebagaimana termaktub dalam catatan sejarah tentang Raja ulama dari Giri, 1600 M - 1635 M, Wilayah kerajaan Giri meliputi Pasuruan, Giri, Panarukan dan Tuban. Salah satu peninggalan utama adalah daerah Sidogiri.
 
Berdasarkan sejarah lisan menunjukkan bahwa daerah inilah awal Sunan Giri meletakkan dasar-dasar dakwah dengan membuka langgar sekaligus tempat ngaji ditempat inilah kemudian dinamakan Sidogiri (Jadi Giri atau menjadi seperti Giri). 
 
Kerajaan Giri memiliki kekuasaan yang luas, disamping kekuasaan yang sifatnya fisik seperti di atas, juga mempunyai kekuasaan non fisik, umpamanya jika Raja-raja Mataram pada waktu itu akan dinobatkan, maka terlebih dahulu harus disahkan oleh Giri. Begitu juga kerajaan Demak dan kerajaan-kerajaan Islam lainnya. Jadi sistem yang dipakai adalah sistem agama dimana antara raja dan rakyatnya tidak ada jarak (stratifikasi). Sistem ini mirip dengan yang dilakukan Paus sewaktu akan dinobatkan Raja-raja Eropa pada zaman dulu maka orang Eropa menyebutnya Paus van Java. 
Warung KOPI Pasuruan
Dalam analisa kami tentang argumentasi dan tinjauan yang berbeda, sehingga timbul beberapa pengertian mengenai : masuknya orang Islam ke Indonesia, terciptanya masyarakat Islam, dan berdiri dan terbentuknya struktur pemerintahan Islam di Indonesia, begitupula dengan perkembangan peradaban Islam di Pasuruan.

Dengan mengkaji tiga hal di atas, maka akan dapat diketahui kapan masuknya Islam ke Indonesia, pengertian mana yang akan dijadikan acuan dalam menjelaskan serta pendapat mana yang akan diambil sebagai pedoman yang cukup autentik bagi data sejarah. Sejak zaman prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia dikenal sebagai pelayar-pelayar yang sanggup mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad Masehi sudah ada rute-rute pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di Asia Tenggara. Wilayah barat Nusantara dan sekitar Malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang menjadi titik
Warung KOPI Pasuruan
Pasuruhan sekarang merupakan bagian yang penting dalam sejarah Majapahit karena, Bermula dari telaah terhadap runtuhnya Tumapel dan Singosari Oleh Jayakatwang pada tahun 1292 M, maka secara umum dapat diterima bahwa berdirinya Majapahit adalah tahun 1292 M atau 1293 M.Groeneveldt berpendapat bahwa kedatangan Meng-Chi, utusan Cina ke Tumapel, tidak jauh dari tahun 1292 M. Berangkat dari ceritera bahwa keberadaan Raden Wijaya sebagai pemilik hutan Terik atas anugerah Jayakatwang, setelah runtuhnya Tumapel pada tahun 1292 M, maka diperkirakan berdirinya Majapahit adalah tahun 1293. Namun demikian tidak terdapat prasasti yang secara jelas menunjukkan titik waktu secara persis. Dari beberapa sumber dapat diperoleh titik waktu yang beragam. Sejarah Nasional Indonesia menyebutkan bahwa penobatan R. Wijaya sebagai Raja Majapahit terjadi pada tahun 1293 M. Prasasti Gunung Butak/Kudadu yang berjangka tahun 1216 C (1294 M), menyebutkan bahwa
Warung KOPI Pasuruan
Sejarah Pasuruan bermula dari masa Kerajaan Kalingga dalam catatan Tiongkok disebut "bahwa di Cho'po (Jawa) pada tahun 674 M- 675 M, ada Kerajaan yang bernama "Ho-ling" yang memiliki seorang Raja, bernama Si-Ma, tentang letak kerajaaan "Ho-ling" atau Kalingga ini ada tiga pendapat yaitu pendapat pertama mengatakan terletak di Jawa Tengah dan pendapat yang kedua mengatakan kerajaan ini berada di Jawa Timur karena catatan itu hampir sama dengan prasasti yang ditemukan di daerah Dinoyo Kota Malang. Prasasti berbahasa Sansekerta ini menceritakan bahwa ada kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan dengan penguasa bernama Dewashima yang menggantikan ayahnya bernama Gajayana. Sedangkan pendapat yang ketiga mengatakan bahwa letaknya bisa jadi pada dua daerah itu karena catatan Tiongkok itu juga menjelaskan bahwa antara tahun 742 M - 755 M ibukota Holing dipindahkan ke Timur yaitu ke Po-lu-kia-sieu, oleh Raja Ki-Yen (ada yang menafsirkan kata Po-lu-kia-sieu dengan Pulokerto dan kata Raja Ki-Yen dengan Rakryan yang merupakan gelar seorang bangsawan pada saat itu). Pulokerto ini terletak di wilayah Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sekarang ini.
Warung KOPI Pasuruan
Kita mengetahui bahwa semua barang baik yang bersifat konkrit maupun bersifat abstrak selalu diberi nama, dalam hal ini termasuk tempat hunian maupun tempat yang tidak dihuni (dusun,desa,hutan,dst) Banyak cara orang memberi nama pada suatu tempat, ada yang diambilkan dari unsur nama tumbuh-tumbuhan (flora) misalnya: Pohjentrek, Pasuruan, Puspo, Kepuhrejo. Ada yang diambilkan dari unsur binatang (fauna) misalnya: Keboireng, Gununggangsir. Ada pula yang diambilkan dari unsur alam, harapan, maupun unsur kepercayaan misalnya: Wonorejo, Banyubiru, Ngerong, Sukorejo, Suci, Pawitra. Setiap nama tentu mempunyai makna, paling tidak nama mempunyai dua makna yaitu Makna Tanda dan Makna Simbolis. Karena setiap tempat diberi nama, maka akan mudah membedakan
Warung KOPI Pasuruan
Candi Gununggangsir (before restoration)
PASURUAN adalah kota Bandar kuno. Pada zaman Kerajaan Airlangga, Pasuruan sudah dikenal dengan sebutan " Paravan " . Pada masa lalu, daerah ini merupakan pelabuhan yang sangat ramai. Letak geografisnya yang strategis menjadikan Pasuruan sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara. Banyak bangsawan dan saudagar kaya yang menetap di Pasuruan untuk melakukan perdagangan. Hal ini membuat kemajemukan bangsa dan suku bangsa di Pasuruan terjalin dengan baik dan damai.

Pasuruan yang dahulu disebut Gembong merupakan daerah yang cukup lama dikuasai oleh raja-raja Jawa Timur yang beragama Hindu. Pada dasa warsa pertama abad XVI yang
Warung KOPI Pasuruan
Potret tugu di Alun-Alun Kota Pasuruan T. 1952
(Dok.DepppenKota Pasuruan-repro DKP)
Tahun 1671 – 1686
Pasuruan dibawah pemerintahan Bupati Onggo Djojo yang berasal dari keturunan Kyai Brondong, yang kemudian mendapatkan perlawanan dari Untung Suropati, sehingga melarikan diri ke Kota Surabaya.

Tahun 1686 - 1706
Pasuruan dibawah pemerintahan Djoko Untung Suropati dengan gelar Adipati Wironegoro. Tahun 1706 akhir kekuasaannya menghadapi perang melawan VOC di Baging dan beliau mengalami luka berat hingga meninggal, sampai saat ini makamnya tidak diketahui tempatnya, namun bias diketahui adanya petilasan berupa gua sebagai tempat persembunyiannya sewaktu dikejar tentara VOC di pedukuhan mancilan Desa Pohjentrek Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan.
Warung KOPI Pasuruan
Pasuruan adalah sebuah kota pelabuhan kuno. Pada zaman Kerajaan Airlangga, Pasuruan sudah dikenal dengan sebutan "Paravan" . Pada masa lalu, daerah ini merupakan pelabuhan yang sangat ramai. Letak geografisnya yang strategis menjadikan Pasuruan sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara. Banyak bangsawan dan saudagar kaya yang menetap di Pasuruan untuk melakukan perdagangan. Hal ini membuat kemajemukan bangsa dan suku bangsa di Pasuruan terjalin dengan baik dan damai.
Warung KOPI Pasuruan
Prasasti Sukci/Cungrang bertarikh 18 September 929 M
Jaman prasejarah Indonesia ialah jaman semasa belum ada keterangan tertulis tentang Indonesia, baik yang ditulis oleh bangsa Indonesia sendiri maupun oleh bukan bangsa Indonesia. Sedangkan jaman setelah adanya keterangan tertulis disebut jaman sejarah. Waktu bermulanya jaman prasejarah Indonesia, ialah sejak adanya jenis manusia tertua di Indonesia, yaitu Meganthropus Paleo Javanicus, atau manusia besar dari Jawa jaman kuno yang peninggalannya ditemukan oleh Von Koningswald pada tahun 1941 M di desa Sangiran, lembah Bengawan Solo Jawa Timur. Kemudian disusul oleh Pithecanthropus Erectus atau manusia kera yang berjalan tegak, yang peninggalannya ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 M di desa Trinil, Jawa Timur . Masa hidupnya diperkirakan pada jaman Pleistosen kira-kira pada tahun 600.000 sebelum Masehi.
Warung KOPI Pasuruan
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya, serta Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga.

Malam ini saya mencoba menyusun Blog Warung KOPI Pasuruan tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan Kabupaten/Kota Pasuruan (Karisidenan Pasuruan) baik sejarah, budaya, informasi, dll yang sebelumnya saya posting di Halaman Facebook Warung KOPI Pasuruan

Saya berharap adanya masukan dan kritik untuk saling berbagi informasi yang bermanfaat dalam perkembangan Blog ini selanjutnya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...