ilalang kota

Bertempat di Dusun Belahan, Desa Wonosonyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, Jawa Timur. Koordinatnya menurut Wikimap adalah: 7°34’34″S 112°40’22″E.  
5 km dari jalan raya Pelem, mengikuti papan penunjuk arah kita akan dibimbing menuju suatu sumber, yang konon airnya memiliki khasiat dapat membuat awet muda ini merupakan peninggalan sejarah yang dulu pernah dijadikan tempat pertapaan Prabu Airlangga setelah memisahkan diri dari Pemerintahan Kahuripan. Tidak hanya itu, Sumber ini dulu juga pernah difungsikan sebagai pemandian selir – selir Prabu Airlangga. Oleh karnanya, sebagai bentuk pengabadian, pada sumber tersebut dibangun 2 patung permaisuri Prabu Airlangga, yaitu Dewi Lasmi dan Dewi Sri. Dimana aliran air sumber tersebut mengalir melalui tetek salah satu patung yang berdiri disana.
ilalang kota

Candi Gunung Gangsir terletak di Desa Gunung Gangsir Kecamatan Beji, sekitar 18 km dari kota Pasuruan. Candi ini sebenarnya bernama bernama Candi Keboncandi, namun karena letaknya di Desa Gunung Gangsir, maka masyarakat setempat menyebutnya Candi Gunung Gangsir.

Tidak banyak informasi yang bisa didapat mengenai candi yang konon dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yaitu sekitar abat ke-11 M. Walaupun diperkirakan berasal dari masa yang lebih awal sebelum masa pemerintahan Singasari, Candi Gunung Gangsir dibangun menggunakan bahan batu bata, bukan batu andesit.

Mengenai fungsi Candi Gunung Gangsir tidak didapatkan informasi yang jelas. Masyarakat setempat mempunyai versi tersendiri mengenai tujuan pembangunan candi ini. Menurut mereka, Candi Gunung Gangsir dibangun sebagai penghormatan kepada Nyi Sri Gati, yang dijuluki Mbok Randa Derma (janda murah hati), atas jasanya dalam membangun masyarakat pertanian di daerah itu.
ilalang kota

Candi Jawi adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu - Buddha Kerajaan Singhasari di kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan - Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.

Latar belakang
Alasan Kertanegara membangun candi Jawi jauh dari pusat kerajaan diduga karena di kawasan ini pengikut ajaran Siwa-Buddha sangat kuat. Rakyat di daerah itu sangat setia. Sekalipun Kertanegara dikenal sebagai raja yang masyhur, ia juga memiliki banyak musuh di dalam negeri. Kidung Panji Wijayakrama, misalnya, menyebutkan terjadinya pemberontakan Kelana Bayangkara. Negarakertagama mencatat adanya pemberontakan Cayaraja.

Ada dugaan bahwa kawasan Candi Jawi dijadikan basis oleh pendukung Kertanegara. Dugaan ini timbul dari kisah sejarah bahwa saat Dyah Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri setelah Kertanegera dikudeta raja bawahannya, Jayakatwang dari Gelang-gelang (daerah Kediri), dia sempat bersembunyi di daerah ini, sebelum akhirnya mengungsi ke Madura.
ilalang kota

Berbagai cara dilakukan warga sebagai aktivitas menunggu bedug berbuka puasa atau ngabuburit. Di Pasuruan, anak-anak memilih bermain meriam bambu sebagai kegiatan menunggu berbuka.

Tidak butuh mengeluarkan banyak biaya. Permaian yang murah meriah ini mampu menghadirkan keceriaan bagi anak-anak di pesisir pantai utara Nguling, Pasuruan. Bermodal bambu, tata, martil, linggis karbit yang mereka beli dengan harga Rp 5 ribu mereka sudah bisa membuat mainan tradisonal yang sudah langka ini.
ilalang kota

Siapa yang tidak kenal dengan buah kurma, buah yang banyak tumbuh di tanah tandus padang pasir di kawasan Timur Tengah. Selain memiliki daging yang manis, biji buah kurma ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk minuman pengganti kopi. Bahkan kopi biji kurma ini diyakini banyak orang bisa untuk menyembuhkan penyakit diabetes dan darah tinggi.

Kopi dari biji buah kurma ini bisa ditemukan di Pasuruan, Jawa Timur. Kopi biji kurma ini dipopulerkan oleh Mukmin, warga Sungkono, Kecamatan Bangil, Pasuruan. Selain memiliki warna layaknya biji kopi, biji buah kurma ini juga memiliki bentuk dan rupa mirip dengan biji kopi. Namun demikian, tidak banyak yang mengetahui jika biji kurma ini juga memiliki khasiat layaknya biji kopi. Di tangan Mukmin, biji kurma yang biasa dibuang, justru menjadi sumber penghasilan.
ilalang kota

Halaman Stasiun Pasuruan (sekitar tahun 1934)
Pemerintah Hindia Belanda memberikan konsesi kepada perusahaan kereta api swasta Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (PsSM) pada tahun 1893. PsSM mendapat konsesi untuk membangun jalan rel di kota Pasuruan dan sekitarnya hingga ke Wonorejo. Pada tahun 1896 - 1912, PsSM telah berhasil membangun jalan rel dengan total panjang 32 km. Saat itu rute ini dianggap sangat penting karena di Umbulan terdapat sumber air yang sangat besar dan perkebunan tembakau.PsSM mendatangkan 1 lokomotif C25 dari pabrik Hanomag (Jerman),10 lokomotif B16 didatangkan pada tahun 1896 - 1900 dari pabrik Hohenzollern (Jerman).
ilalang kota

Setiap menjelang magrib di Bulan Ramadhan, tidak sulit menemui para penjual makanan dan takjil yang kita temui di Kota Bangil. Hampir disepanjang jalan-jalan ramai, ataupun disetiap area perbelanjaan. Para pedagang musiman yang menjual aneka menu makanan berbuka, memenuhi setiap ruas jalan, dan kesemuanya dipadati oleh para pembeli.

Kita bisa menemui beragam menu makanan disana, utamanya piihan kuliner yang bersifat ringan untuk santapan takjil. Seperti kue-kue basah, martabak, puding, serabi. Juga aneka minuman seperti es kelapa muda, es buah, es cao, dawet, dan lain-lain. Kesemuanya mengundang selera dan mudah ditemui dengan harga yang relatif terjangkau.
Label: 2 komentar |
ilalang kota
Hotel Morbeck te Pasoeroean - 1900
Een hotel, gebouwd in 1918 te Tretes
ilalang kota
Permainan tempo doeloe merupakan permainan Tradisional yang merupakan warisan turun temurun, ini merupakan Aset Budaya Bangsa yang harus di lestarikan dan di kembangkan seiring kemajuan zaman. Kita mungkin sudah melupakan maupun tidak mengajarkan kepada generasi penerus ini, namun seiring kemajuan teknologi memang saat ini anak-anak cenderung bermain dengan permainan elektronik dan internet, apalagi sekarang maraknya jejaring sosial dan BBM yang tidak menutup kemungkinan seusia anak-anak sudah menikmatinya.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjungjung tinggi nilai-nilai Sejarah dan Budayanya” artinya kita jangan begitu saja melupakan sejarah dan budaya  yang pernah ada di negeri yang kita cintai ini.

Banyak sekali permainan tradisional yang mungkin selama ini terlewatkan begitu saja seperti Main Kelereng, Petak Umpet, Bekel, Benteng-bentengan, Gobak Sodor, Main Engklek, Boi-boian dll, Semoga dengan hadirnya artikel ini kita bisa mengenang dan mengingat masa kecil dulu dan dapat mewariskan kepada generasi penerus kita. 

Berikut adalah beberapa permainan tempo doeloe (dolanan jaman mbiyen) yang ada disekitar kita:

Main Kelereng / Gundu
Kelereng (atau dalam bahasa Jawa disebut n├Ękeran) adalah mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca, tanah liat, atau agate. Kelereng adalah mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca atau tanah liat. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam, umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung.
Orang Betawi menyebut kelereng dengan nama gundu. Orang Jawa, neker. Di Sunda, kaleci. Palembang, ekar, di Banjar, kleker dan di bagian Riau Pesisir disebut permainan Guli.

Label: 3 komentar |
ilalang kota
Sejarah  mencatat. Gajah Mada adalah Mahapatih Amangkubumi mumpuni dan berjasa besar pada Majapahit.  Bahkan, nama besar Gajah Mada, di beberapa daerah, lebih dikenal dari pada raja-raja Majapahit, termasuk Hayam Wuruk atau Sri Rajasanagara (1350 – 1359) sendiri. Karena jasanya,  Professor Muhammad Yamin menyebut Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara. Boleh jadi, konsep Negara Kepulauan Indonesia saat ini adalah visi dari Gajah Mada di tahun 1300 Masehi. Sekitar 7 abad lalu!

Dibalik ketenaran, keunggulan serta kecemerlangan di bidang ilmu politik pemerintahan, hukum serta  kanuragan, namun asal usul, jati diri dan  akhir hayat Gajah Mada masih menjadi teka teki. Gajah Mada muncul dalam sejarah saat menjadi Bekel (kepala) Bhayangkara , yaitu satuan pengawal raja Jayanegara. Gajah Mada mampu menyelamatkan raja ke Bedander karena ada pemberontakan yang dipimpin Kuti. Bahkan, dengan segala daya upaya dan kepiawaiannya, Gajah Mada mampu mengatasi pemberontakan dan mengembalikan Prabu Jayanegara ke dampar kencana tahta Majapahit. Menariknya, tidak mungkin bila Prabu Jayanegara mempercayakan keselamatannya kepada seorang “Gajah Mada” yang tidak diketahui asal usulnya! Ibaratnya, tidak mudah dan tidak mungkin bagi seseorang untuk menjadi bagian apalagi pimpinan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) bila tidak memiliki track record yang luar biasa dan istimewa!
ilalang kota
Kesenian daerah merupakan salah atu asset budaya yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus dan transparan dalam pembinaan, pelestarian serta pengembangannya. di Pasuruan telah tercipta berbagai ragam kesenian dlm bentuk karya Tari yang sebagian besar menggambarkan keaneka ragaman kesenian daerah dan potret cerita rakyat Pasuruan, Karya Tari antara lain: "KENCRING WIRASARI", "TERBANG BANDUNG", "YUDHA MANGGALA", "MERAK ABYOR" dan 'PAKSI KEPODANG. 

Karya Tari "TERBANG BANDUNG"
Merupakan ajang pergelaran kesenian yang dikompetisikan atau dapat diartikan kompetisi terbang dengan dilengkapi sepasang kedencong (kendang kembar) dan dilengkapi dengan sebuah jidor.
Tari Terbang Bandung adalah drama tradisional khas rakyat Pasuruan yang merupakan pperkembangan dari seni Hadrah, tari ini dimainkan oleh dua atau lebih grup "terbang" yang dipentaskan secara bersamasama, istilah "bandung" berarti "Banding"
Drama Tari Terbang Bandung merupakan perbandingan perminan instrumen, kecakapan menari dan kemegahan tata busana antara dua grup terbang yang sedang bertanding.

Label: 0 komentar |
ilalang kota
peta Kota Pasuruan dimana banyak terdapat bangunan arsitektur Cina akhir abad 19
Pintu gerbang makam keluarga Han, yang terletak di jl. Hassanudin, Pasuruan.
Bentuknya mengingatkan kita pada pintu gerbang arsitektur Cina (Pai-Lou)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...