ilalang kota
Kesenian daerah merupakan salah atu asset budaya yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus dan transparan dalam pembinaan, pelestarian serta pengembangannya. di Pasuruan telah tercipta berbagai ragam kesenian dlm bentuk karya Tari yang sebagian besar menggambarkan keaneka ragaman kesenian daerah dan potret cerita rakyat Pasuruan, Karya Tari antara lain: "KENCRING WIRASARI", "TERBANG BANDUNG", "YUDHA MANGGALA", "MERAK ABYOR" dan 'PAKSI KEPODANG. 

Karya Tari "TERBANG BANDUNG"
Merupakan ajang pergelaran kesenian yang dikompetisikan atau dapat diartikan kompetisi terbang dengan dilengkapi sepasang kedencong (kendang kembar) dan dilengkapi dengan sebuah jidor.
Tari Terbang Bandung adalah drama tradisional khas rakyat Pasuruan yang merupakan pperkembangan dari seni Hadrah, tari ini dimainkan oleh dua atau lebih grup "terbang" yang dipentaskan secara bersamasama, istilah "bandung" berarti "Banding"
Drama Tari Terbang Bandung merupakan perbandingan perminan instrumen, kecakapan menari dan kemegahan tata busana antara dua grup terbang yang sedang bertanding.



Karya Tari "Terbang Gendrong"
semua pemainnya wanita, merupakan tari kreasi baru yang berakar dari Tari Terbang Bandung


Karya Tari "KENCRING WIRASARI", Mengungkapkan tingkah laku prajurit putri yang sedang melepaskan lelah dengan jalan menari - nari. Tarian ini melambangkan semarak gerak dan gemerincingnya gonseng sebagai penggugah semangat prajurit dengan sepak terjang yang lincah, energik, unik dan menarik.


 Karya Tari "Paksi Kepodang"
Tari Paksi Kepodang merupakan maskot Kota Pasuruan karya terbaik se-Jatim dalam rangka Pekan Seni Pelajar se-Jatim Tingkat SLTP


Karya Tari "MERAK ABYOR"
Melambangkan keanggunan, keindahan, kelincahan gerak - gerik kehidupan burung merak yang sedang bercanda ria di alam jagad raya. Dalam kehidupan sehari - hari burung merak senang sekali memamerkan keindahan bulu dan sayapnya, dengan jalan memekarkannya.

Karya Tari ini dilatar belakangi oleh kehidupan satwa burung Merak yang berbulu indah dan langka serta tidak kalah indahnya dengan keindahan burung Cendrawasih dari Irian Jaya, sehingga panitia penyelenggaraPON XV tahun 2000 di Surabaya tertarik dan menggunakannya sebagai bagian dari logo dipadukan dengan kerapan sapi, yang akhirnya ditampilkan kota Pasuruan pada acara gelar seni Budaya dan seni Pariwisata Jatim tahun 1999.

Sumber: Perpustakaan Kota Pasuruan
--------------------------------------
di tulis kembali oleh ilalangkota 
Label:
0 Responses

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...