ilalang kota

Berbagai cara dilakukan warga sebagai aktivitas menunggu bedug berbuka puasa atau ngabuburit. Di Pasuruan, anak-anak memilih bermain meriam bambu sebagai kegiatan menunggu berbuka.

Tidak butuh mengeluarkan banyak biaya. Permaian yang murah meriah ini mampu menghadirkan keceriaan bagi anak-anak di pesisir pantai utara Nguling, Pasuruan. Bermodal bambu, tata, martil, linggis karbit yang mereka beli dengan harga Rp 5 ribu mereka sudah bisa membuat mainan tradisonal yang sudah langka ini.


"Jedor... Jedor..." suara yang dihasilkan dari meriam bambu cukup keras dan mengagetkan. Sorak sorai dan tepuk tangan selalu mengiringi setiap ledakan dari meriam bambu.

Suasana kian meriah karena dalam kelompok permaianan tidak hanya satu meriam yang dimainkan. Sekitar 8 meriam bambu diletakan sejajar dan disulut bergantian. Sehingga suara ledakan yang dihasilkan tak ubahkan meriam dalam sebuah peperangan.

Keceriaan anak-anak baru berakhir saat adzan maghrib berkumandang. Puluhan anak bergegas pulang ke rmah masing-masing untuk menyantap hidangan berbuka puasa yang sudah disediakan orang tua mereka.

"Senang mainnya, sambil menunggu buka puasa," kata Ilham, Selasa (31/7/2012).

Bagi anak-anak Nguling, membuat meriam bambu tidaklah sulit. Bilah bambu dipotong dengan sesuai ukuran. Selanjutnya, bambu dilubangi dengan tata dengan ukuran kecil agar bisa menghasilkan letupan yang keras. Setelah itu, lubang bambu diisi dengan air dan karbit dan siap diladakan.
(fat/fat) 
Muhajir Arifin - detikSurabaya
1 Response
  1. Dedic Ahmad Says:

    salam kenal dari wong pasuruan :D ikut tak follow jg biar blognya makin populer


Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...