Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts
ilalangkota
Makam Syrifah Khdijah / Mbah Ratu Ibu
Mbah Ratu Ibu juga disebut Mbah Ratu Ayu memiliki nama asli Syarifah Khadijah putri dari Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), cerita dimakamkannya Mbah Ratu Ayu Ibu di Bangil ini bermula. Ketika suatu saat putri Sunan Gunung Jati ini, mendadak dirundung rasa kangen yang begitu dalam kepada kedua putranya yang tengah belajar agama di pondok pesantren milik Mbah Soleh Semendi di daerah Winongan, yang tak lain adalah masih familinya.

Akhirnya berangkatlah beliau mengunjungi kedua putranya, Sayid Arif Segoropuro dan Sayid Sulaiman Mojoagung yang belajar di pesantren di Winongan. Namun sepulang menjenguk kedua putranya tersebut, Mbah Ratu Ibu mendadak sakit saat di daerah Bangil dan akhirnya meninggal. Setelah meninggal Syarifah Khadijah dimakamkan di pemakaman di daerah yang sekarang disebut dengan Wetan Alun karena memang letaknya di Wetan (Bahasa Jawa yang artinya Timur) dari alun-alun Bangil.
ilalangkota


Sebuah keteladanan Rosulullah yang di sikapi dengan bijak oleh KH. Abdul Hamid. Kesabaran dan kesantunan prilaku KH. Abdul Hamid Pasuruan, sehingga menjadi tauladan berbagai kalangan dari status sosial yang berbeda-beda.

Labels: , 0 comments |
ilalangkota

Rambaldo, Sang Penggagas Jalur Penerbangan di Indonesia. Alfred Emille Rambaldo lahir di Rembang, Pasuruan.

Tahun 1908-1911 Alfred Emille Rambaldo, perintis perjalanan lewat udara pertama. Dia menemukan dan mengembangkan alat trasportasi udara dengan menggunakan balon udara bermesin.

Usia 29 tahun, terhitung  masih muda belia saat Ia mengenalkan dunia penerbangan di Hindia Belanda. Mengawali karir sebagai serdadu Angkatan Laut. Namun akhirnya dia tertarik mengembangkan teknologi anyar dari Eropa, yaitu perjalanan udara, alat transportasi yang belum dikenal di Hindia Belanda.

Rambaldo menggagas pembuatan balon bermesin yang berpusat di Surabaya. Langkah ini kemudian diikuti perkembangan sistem observasi meteorologi dan pemotretan dari udara di kota ini. Semua salut dengan pemuda ini karena temuannya termasuk fenomenal.
Labels: 0 comments |
ilalangkota
Mbah Slagah, pada masa mudanya bernama mbah Hasan Sanusi, karena beliau menyebarkan Agama Islam di daerah Malang, maka mendapat julukan Mbah Slagah (Macan Putih). Selanjutnya di Pasuruan terjadi peperangan dengan Belanda yang menimbulkan banyak korban, akan tetapi pada akhirnya Belanda gagal dalam menduduki Pasuruan.
Labels: 0 comments |
ilalangkota
Makam Segoropuro terletak di Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso, Kota Pasuruan, sekitar 10 kilometer arah timur dari jantung Kota Pasuruan dengan melalui jalur Pasuruan-Probolinggo. Dari sini sebelah kiri jalan terdapat gapura Desa Kemantren Rejo, lalu masuk 2,5 kilometer menuju makam Segoropuro dengan ditandai gapura Desa Segoropuro.Pada hari biasa, kompleks makam ini nyaris tak berbeda dengan kompleks makam lainnya. Sepi, hening, hanya dikunjungi tak lebih dari dua hingga lima orang.

Tapi pada malam Jum’at Legi, peringatan haul setiap 10 Jumadil Akhir, atau pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir puasa Ramadhan jumlah pengunjung di kompleks makam Segoropuro Pasuruan meledak bukan kepalang. Saat matahari mulai bergerak ke arah barat, ribuan orang datang. Tak hanya datang dari dalam kota, namun juga dari Jember, Banyuwangi, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Jombang, Madura, Solo, bahkan Cirebon.
Labels: , 0 comments |
ilalangkota
Kiai Hamid lahir pada tahun 1333 H (bertepatan dengan 1914 atau 1915 M) di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya di dukuh Sumurkepel, desa Sumbergirang. Sebuah pedukuhan yang terletak di tengah kota kecamatan Lasem. Begitu lahir, bayi itu diberi nama Abdul Mu’thi. Itulah nama kecil beliau hingga remaja, sebelum berganti menjadi Abdul Hamid.

Abdul Mu’thi kecil biasa dipanggil “Dul” saja. Tapi, seringkali panggilan ini diplesetkan menjadi “Bedudul” karena kenakalannya.

Mu'thi memang tumbuh sebagai anak yang lincah, extrovert, dan nakal. “Nakalnya luar biasa,” tutur KH. Hasan Abdillah Glenmore, adik sepupu beliau. Tapi nakalnya Mu’thi tidak seperti anak-anak sekarang: yang sampai mabuk-mabukan atau melakukan perbuatan asusila. Nakalnya Mu'thi adalah kenakalan bocah yang masih dalam batas wajar, tapi untuk ukuran anak seorang kiai dipandang “luar biasa”. Sebab, sehari-hari dia jarang di rumah. Hobinya adalah bermain sepak bola dan layang-layang. Beliau bisa disebut bolamania alias gila sepak bola, dan ayahandanya tak bisa membendung hobi ini. Karena banyak bermain, ngajinya otomatis kurang teratur walaupun bukan ditinggalkan sama sekali. Dia mengaji kepada KH. Ma’shum (ayahanda KH. Ali Ma’shum Jogjakarta) dan KH. Baidhawi, dua “pentolan” ulama Lasem.
Labels: 3 comments |
ilalangkota
Untung Suropati (lahir: Bali, 1660– wafat: Bangil, Jawa Timur, 5 Desember 1706) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang di Pulau Jawa. Ia telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.
 
Asal-Usul Si Untung
Nama aslinya tidak diketahui. Menurut Babad Tanah Jawi ia berasal dari Bali yang ditemukan oleh Kapten van Beber, seorang perwira VOC yang ditugaskan di Makasar.

Kapten van Beber kemudian menjualnya kepada perwira VOC lain di Batavia yang bernama Moor. Sejak memiliki budak baru, karir dan kekayaan Moor meningkat pesat. Anak kecil itu dianggap pembawa keberuntungan sehingga diberi nama Si Untung.
Labels: 0 comments |
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...