Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts
ilalangkota
Bunga Krisan, Diminati Banyak Negara
Sampai saat ini peluang pasar internasional bagi bunga krisan di Pasuruan masih terbuka. Pasokan bunga khsan di pasar dunia didominasi pelaku usaha berasal dari Belanda, Columbia, dan Italy. Hal ini, mencapai total ekspor 60% dari perdagangan dunia. Sementara negara-negara lain hanya mampu memasok sekitar 10% dari total permintaan dunia.

Banyak orang mengenal pasalnya, karena tanaman itu sering menjadi dekorasi  dibeberapa kegiatan baik pada acara kenegaraan hingga pesta perkawinan. Kualitas krisan Pasuruan tidak jauh berbeda dengan krisan dari daerah lain. Selain memiliki usia ketahanan hingga satu bulan, juga kaya akan aneka corak warna.
ilalangkota

Wajar  banyak  turis  domestik maupun mancanegara tergiur  eksotisnya kawasan Gunung Arjuna. Di sana masih terhampar luas potensi-potensi yang bila dikembangkan akan mampu menyedot arus wisatawan. Seperti di kawasan lereng Gunung Arjuna dan sekitamya, terutama Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten  Pasuruan. Potensi desa itu ibarat perawan yang butuh sentuhan sehingga keelokannya kian menggoda.

Tinggal membedaki, memberi sedikit gincu dan pemerah, tentu perawan yang bersolek akan menarik banyak kumbang (baca: wisatawan). Cobalah Anda susuri potensi terpendam di area itu.  Alamnya masih asri, udara sejuk, dan pemandangan yang tampak adalah kehijauan yang sedap dipandang mata. Desa Tambaksari adalah desa terakhir sebelum wisatawan, terutama pendaki gunung, melanjutkan aksinya berhiking ria. Rute menantang, seperti naik turun, menanjak danmenikung adalah seni mendaki gunung.
ilalangkota

Batik Pasuruan, Meski terbilang tertinggal dengan daerah lain yang lebih dulu dikenal akan motif batiknya, bukan berarti Pasuruan berdiam diri. Dengan objek keindahan wisata Pasuruan yang sudah banyak dikenal, para pengrajin pun menuangkannya dalam lukisan batik. Tiga yang cukup dikenal adalah batik sedap malam, jumputan bromo, dan bunga krisan.

Pilihan nama itu terbilang cukup cerdas, karena mengesankan nama yang unik dan indah. Kholifah, ketua batik Dinar Agung mengatakan, batik jumputan pasir Bromo memang diambil dari nama gunung Bromo, yang sudah terkenal. Nama Bromo sengaja diangkat untuk membuat penasaan para pecinta batik. Harapannya, grade batik Pasuruan naik dan mampu bersaing dengan potensi batik yang lebih dulu muncul. Dari sisi desain, batik jumputan pasir bromo bersifat abstrak, yakni berbentuk butiran-butiran pasir kecil, besar dan berlekuk. Selain gunung Bromo, kelebihan alam yang dimiliki di kawasan pegunungan Tutur, Nongkojajar, juga diangkat sebagai motif batik. Yakni bunga krisan. Bunga cantik ini memiliki aneka wana yang banyak dicari untuk hiasan rumah maupun acara pengantinan.
ilalangkota

Jawa Timur memang kaya objek wisata religi. Salah satunya adalah Padepokan Indrakila di lereng Gunung Arjuno. Selain menjadi wisata religi, tempat ini juga cukup menarik bagi para petualang.

Pendaki Gunung Arjuna yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kita akan mendapati cerita-cerita menarik seperti yang pernah ada dalam cerita wayang. Kalau dulu cerita-cerita Epos Mahabharata itu hanya dianggap sebagai cerita belaka dalam pagelaran wayang, tetapi di sini kita mendapati kisah-kisah dalam wayang itu seperti benar-benar pernah terjadi di wilayah ini. Bila punya keinginan mendaki Gunung Arjuna ke puncak yang lebih tinggi seperti yang dilakukan para pecinta alam, bisa lewat dari arah selatan, lewat Purwodadi Pasuruan. Di puncak itu kita mendapati tumpukan batu-batu yang konon dipercayai merupakan makam-makam tokoh-tokoh pewayangan, seperti Abiasa (kakek para Pandawa), Bima, Semar, bahkan ada tempat yang dinamakan ‘Wot Ogal Agil’, yang dalam imajinasi cerita  radio “Satriya Madangkara” merupakan tempat Arya Kamandanu menyimpan pedangnya.
ilalangkota

Bertempat di Dusun Belahan, Desa Wonosonyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, Jawa Timur. Koordinatnya menurut Wikimap adalah: 7°34’34″S 112°40’22″E.  
5 km dari jalan raya Pelem, mengikuti papan penunjuk arah kita akan dibimbing menuju suatu sumber, yang konon airnya memiliki khasiat dapat membuat awet muda ini merupakan peninggalan sejarah yang dulu pernah dijadikan tempat pertapaan Prabu Airlangga setelah memisahkan diri dari Pemerintahan Kahuripan. Tidak hanya itu, Sumber ini dulu juga pernah difungsikan sebagai pemandian selir – selir Prabu Airlangga. Oleh karnanya, sebagai bentuk pengabadian, pada sumber tersebut dibangun 2 patung permaisuri Prabu Airlangga, yaitu Dewi Lasmi dan Dewi Sri. Dimana aliran air sumber tersebut mengalir melalui tetek salah satu patung yang berdiri disana.
ilalangkota

Candi Gunung Gangsir terletak di Desa Gunung Gangsir Kecamatan Beji, sekitar 18 km dari kota Pasuruan. Candi ini sebenarnya bernama bernama Candi Keboncandi, namun karena letaknya di Desa Gunung Gangsir, maka masyarakat setempat menyebutnya Candi Gunung Gangsir.

Tidak banyak informasi yang bisa didapat mengenai candi yang konon dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yaitu sekitar abat ke-11 M. Walaupun diperkirakan berasal dari masa yang lebih awal sebelum masa pemerintahan Singasari, Candi Gunung Gangsir dibangun menggunakan bahan batu bata, bukan batu andesit.

Mengenai fungsi Candi Gunung Gangsir tidak didapatkan informasi yang jelas. Masyarakat setempat mempunyai versi tersendiri mengenai tujuan pembangunan candi ini. Menurut mereka, Candi Gunung Gangsir dibangun sebagai penghormatan kepada Nyi Sri Gati, yang dijuluki Mbok Randa Derma (janda murah hati), atas jasanya dalam membangun masyarakat pertanian di daerah itu.
ilalangkota

Candi Jawi adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu - Buddha Kerajaan Singhasari di kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan - Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.

Latar belakang
Alasan Kertanegara membangun candi Jawi jauh dari pusat kerajaan diduga karena di kawasan ini pengikut ajaran Siwa-Buddha sangat kuat. Rakyat di daerah itu sangat setia. Sekalipun Kertanegara dikenal sebagai raja yang masyhur, ia juga memiliki banyak musuh di dalam negeri. Kidung Panji Wijayakrama, misalnya, menyebutkan terjadinya pemberontakan Kelana Bayangkara. Negarakertagama mencatat adanya pemberontakan Cayaraja.

Ada dugaan bahwa kawasan Candi Jawi dijadikan basis oleh pendukung Kertanegara. Dugaan ini timbul dari kisah sejarah bahwa saat Dyah Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri setelah Kertanegera dikudeta raja bawahannya, Jayakatwang dari Gelang-gelang (daerah Kediri), dia sempat bersembunyi di daerah ini, sebelum akhirnya mengungsi ke Madura.
ilalangkota
peta Kota Pasuruan dimana banyak terdapat bangunan arsitektur Cina akhir abad 19
Pintu gerbang makam keluarga Han, yang terletak di jl. Hassanudin, Pasuruan.
Bentuknya mengingatkan kita pada pintu gerbang arsitektur Cina (Pai-Lou)
ilalangkota
PASURUAN – Ada yang menarik jika jalan-jalan ke sebuah pemukiman di Dusun Pancen, Desa Petahunan, Kecamatan Gading Rejo, Kota Pasuruan. Hampir tiap sudut jalan, warga sekitar terlihat sibuk bekerja membuat cobek tanah liat.

Kesibukan tersebut terlihat karena di Dusun Pancen ini memang dikenal sebagai sentra industri kecil kerajinan cobek dan gerabah tanah liat di wilayah Kota Pasuruan.

Aktifitas tersebut semakin mencolok, terlebih karena cobek semakin dicari menjelang hari besar Islam, Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan dirayakan pada dua minggu ke depan ini.

Momentum Maulid Nabi tetap memberikan berkah bagi pengrajin cobek, lantaran sampai saat ini cobek masih dijadikan tradisi oleh sebagaian besar umat Islam untuk digunakan sebagai wadah meletakkan buah maupun makanan lainnya saat perayaan berlangsung nanti.

Tiap cobek yang dihasilkan, sedianya dijual ke sejumlah tengkulak dengan harga sebesar Rp 700, meningkat dibanding pada hari-hari sebelumnya yang hanya senilai Rp 300 per cobek.
ilalangkota
The Waterfall in Love adalah nama keren dari Coban Waru. Coban Waru ini merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki desa Nongkojajar yang berada diantara dua desa yaitu Wonosari dan Kayukebek, atau satu jam perjalanan dari pasar Nongkojajar Pasuruan.

Tempat ini sangat cocok untuk melepaskan kepenatan dari aktivitas kita sehari-hari.  Kondisi alamnya yang masih perawan dan udaranya yang sejuk akan membuat kita merasa lebih tenang dan tidak ingin beranjak dari tempat ini. Anda pasti bingung untuk memilih tempat yang cocok untuk berfoto-foto karena semua lokasi yang mengelilingi air terjun ini begitu indah…Coban Waru memiliki ketinggian sekitar 25 meter.  Curah hujan di kawasan ini rata-rata 1.800 mm/th dengan bulan basah antara November sampai Maret dan bulan kering antara bulan April hingga Oktober yang mencapai suhu sekitar 22°C.

Coban Waru sangat cocok dikunjungi jika anda ingin merasakan keasrian dan keelokan alam yang masih perawan disertai dinginnya aliran air terjun dan suara gemericik air yang menambah keindahan air terjun setinggi 75 meter ini.
Labels: 0 comments |
ilalangkota

Nongkojajar mempunyai potensi alam yang cukup bagus untuk di kunjungi yaitu Wisata Air Terjun " Sumber Nyonya " yang terletak di Dusun Gunung Sari Desa Tutur deket dengan lokasi wisata Bukit Flora.
Selain alamnya yang indah juga airnya yang cukup jernih, biasanya pada hari minggu atau hari libur banyak pengunjung yang datang mengunjungi wisata air terjun ini.
Air Terjun Gunung Sari ini merupakan air terjun yang tergolong aman karena air tidak langsung jatuh ke tanah, dimana air yang jatuh terlebih dahulu mengenai bebatuan yang berada di tingkat yang lebih rendah, sehingga tidak ada tempat yang dalam di sekitar hempasan air. Air terjun ini terletak di areal perkebunan kopi penduduk.
Lokasi Air terjun ini Terletak di Desa Gunung Sari Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa timur.

Labels: 1 comments |
ilalangkota
Lokasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen atau 50 km dari kabupaten Pasuruan. Tempatnya memang agak lumayan jauh untuk dijangkau para pengunjung, bayangkan saja dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam, dengan kondisi jalan licin bila hujan datang. Namun ternyata masih banyak juga pengunjung yang datang. Suasana Kabut pegunungan dan udara yang sangat dingin semakin menambah kesan angker daerah ini. Di sana pengunjung dapat menikmati suasana hening. Pertapaan Indrokilo banyak dipenuhi dengan patung patung dan arca arca peninggalan jaman Belanda.Meskipun banyak archa dan patung yang rusak namun tempat ini juga masih terawat. Disana juga disediakan penginapan, biaya sewa tidak ditentukan, tergantung keikhlasan yang memberi. Selain lokasi pertapaan di sana juga sangat baik untuk lokasi camping sambil menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara pengunungan ringgitkasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen
ilalangkota
Seni Hadrah Al Banjari menjadi salah satu kesenian tradisi masyarakat Pasuruan.
Seni Hadrah Al Banjari merupakan suatu seni bernafaskan Islam. disebut Al Banjari karena alat terbang serta aturan memukul terbangnya berasal dari Banjarmasin. Meskipun berasal dari luar daerah, kesenian ini sudah memasyarakat di Pasuruan.
ilalangkota
Di balik keindahan panorama Danau Ranu Grati,
terdapat legenda menarik. Syahdan, menurut hikayat penduduk setempat,
Desa Ranuklindungan, bekas Kademangan Klindungan, dulu makmur berkat
kesuburan alamnya.

Seorang yang sakti dan arif, Begawan Nyampo,
pernah hidup di sana. Suatu hari, ia didatangi Endang Sukarni dari
Keraton Mataram. Dia minggat dari istana. Kemolekan sang putri memikat
hati Begawan.
Labels: , 0 comments |
ilalangkota
Makam Segoropuro terletak di Desa Segoropuro, Kecamatan Rejoso, Kota Pasuruan, sekitar 10 kilometer arah timur dari jantung Kota Pasuruan dengan melalui jalur Pasuruan-Probolinggo. Dari sini sebelah kiri jalan terdapat gapura Desa Kemantren Rejo, lalu masuk 2,5 kilometer menuju makam Segoropuro dengan ditandai gapura Desa Segoropuro.Pada hari biasa, kompleks makam ini nyaris tak berbeda dengan kompleks makam lainnya. Sepi, hening, hanya dikunjungi tak lebih dari dua hingga lima orang.

Tapi pada malam Jum’at Legi, peringatan haul setiap 10 Jumadil Akhir, atau pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir puasa Ramadhan jumlah pengunjung di kompleks makam Segoropuro Pasuruan meledak bukan kepalang. Saat matahari mulai bergerak ke arah barat, ribuan orang datang. Tak hanya datang dari dalam kota, namun juga dari Jember, Banyuwangi, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Jombang, Madura, Solo, bahkan Cirebon.
Labels: , 0 comments |
ilalangkota
Danau Ranu Grati merupakan salah satu obyek wisata alam kabupaten pasuruan. Dengan luas 198 hektar ini, Danau Ranu Grati ini terletak diantara 3 desa di kecamatan Grati, yaitu Desa Sumberdawesari, Desa Ranuklindungan, dan Desa Gratitunon. Jumlah penduduk yang bermukim di sekitar Ranu Grati sekitar 18.564 jiwa. Lokasi danau Ranu Grati berada di sebelah selatan tidak jauh dari jalan pantai utara diantara ruas Pasuruan - Probolinggo. Di Danau Ranu Grati ini mulai dulu sampai sekarang banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mencari penghasilan mencari ikan, dikawasan Danau Ranu Grati (biasanya disebelah barat) banyak berdiri keramba untuk menangkap ikan.
Labels: , 0 comments |
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...