![]() |
| Kopi Kaspandi yg juga dikenal dengan sebutan Kopi Sepur |
Showing posts with label Kota Pasuruan. Show all posts
Showing posts with label Kota Pasuruan. Show all posts
Warung KOPI Pasuruan
Bentuk perisai bulat telur, pita merah putih sebagai bingkai dari perisai Tugu Kota Pasuruan
Bintang segi lima atas tugu
Padi seutas dengan 17 butir disebelah kiri, kapas dengan jumlah bunga kapas 8 disebelah kanan.
Laut dan gunung sebagai latar belakang.
Pita putih dengan tulisan motto “SURA DIRA SATYA PATI”
Tugu berdiri tegak ditengah perisai melukiskan sesuatu produk dari pada sejarah perjuangan fisik dimasa lampau yang telah dihasilkan secara gemilang, dan juga merupakan monument Kota Pasuruan yang terletak seolah olah diapit oleh Gunung Tengger dan selat Madura
Bintang segi lima atas tugu
Padi seutas dengan 17 butir disebelah kiri, kapas dengan jumlah bunga kapas 8 disebelah kanan.
Laut dan gunung sebagai latar belakang.
Pita putih dengan tulisan motto “SURA DIRA SATYA PATI”
Tugu berdiri tegak ditengah perisai melukiskan sesuatu produk dari pada sejarah perjuangan fisik dimasa lampau yang telah dihasilkan secara gemilang, dan juga merupakan monument Kota Pasuruan yang terletak seolah olah diapit oleh Gunung Tengger dan selat Madura
Warung KOPI Pasuruan
Abad XVI (dasawarsa pertama) : Pate Supetak adalah Raja di Gamda (Pasuruan)
(1545) Pasuruan ditaklukan oleh Sultan Trenggono dari Demak. Sejak saat itu Pasuruan menjadi kekuatan Islam yang penting di ujung timur Jawa. Setelah kematian Sultan Trenggana 1546 di Demak rupanya Pasuruan semakin menjadi daerah yang setengah merdeka. Pada tahun-tahun berikutnya terjadi perang dengan kerajaan Blambangan yang masih beragama Hindu-Budha. Pada tahun 1601 ibukota Blambangan dapat direbut oleh Pasuruan.
(1545) Pasuruan ditaklukan oleh Sultan Trenggono dari Demak. Sejak saat itu Pasuruan menjadi kekuatan Islam yang penting di ujung timur Jawa. Setelah kematian Sultan Trenggana 1546 di Demak rupanya Pasuruan semakin menjadi daerah yang setengah merdeka. Pada tahun-tahun berikutnya terjadi perang dengan kerajaan Blambangan yang masih beragama Hindu-Budha. Pada tahun 1601 ibukota Blambangan dapat direbut oleh Pasuruan.

