Showing posts with label Kota Pasuruan. Show all posts
Showing posts with label Kota Pasuruan. Show all posts
Warung KOPI Pasuruan
Kopi Kaspandi yg juga dikenal
dengan sebutan Kopi Sepur 
Home industri kopi kaspandi dirintis sejak 1954 dan bertahan sampai sekarang. Kemasannya terkesan lama (jadul). Berupa kertas warna putih dengan bagian tengahnya ada sablonan bergambar kereta api jaman belanda. Lalu di bagian atas dan bawahnya tertera keterangan lain : kopi kaspandi diproduksi oleh Griya Kopi Kaspandi yang berlokasi di Jl. Dewi Sartika Gg V Kota Pasuruan. Kopi bubuk produk sebuah home industri tua di Kota Pasuruan, Kopi Kaspandi. Saat produk-produk kopi bubuk pabrik bertebaran, kopi ini masih bisa mempertahankan eksistensinya.

Warung KOPI Pasuruan
Bentuk perisai bulat telur, pita merah putih sebagai bingkai dari perisai Tugu Kota Pasuruan
Bintang segi lima atas tugu

Padi seutas dengan 17 butir disebelah kiri, kapas dengan jumlah bunga kapas 8 disebelah kanan.
Laut dan gunung sebagai latar belakang.

Pita putih dengan tulisan motto “SURA DIRA SATYA PATI”

Tugu berdiri tegak ditengah perisai melukiskan sesuatu produk dari pada sejarah perjuangan fisik dimasa lampau yang telah dihasilkan secara gemilang, dan juga merupakan monument Kota Pasuruan yang terletak seolah olah diapit oleh Gunung Tengger dan selat Madura
Warung KOPI Pasuruan
Abad XVI (dasawarsa pertama) : Pate Supetak adalah Raja di Gamda (Pasuruan)

(1545) Pasuruan ditaklukan oleh Sultan Trenggono dari Demak. Sejak saat itu Pasuruan menjadi kekuatan Islam yang penting di ujung timur Jawa. Setelah kematian Sultan Trenggana 1546 di Demak rupanya Pasuruan semakin menjadi daerah yang setengah merdeka. Pada tahun-tahun berikutnya terjadi perang dengan kerajaan Blambangan yang masih beragama Hindu-Budha. Pada tahun 1601 ibukota Blambangan dapat direbut oleh Pasuruan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...