Showing posts with label budaya. Show all posts
Showing posts with label budaya. Show all posts
ilalangkota

Sejak system Kerja Paksa ala gubernur jendral Herman Willem Deandels (1808) dan Tanam Paksa (Culture Stelsel) ala Van den Bosch (1816) di terapkan di Pulau Jawa (Indonesia), membuat penderitaan bangsa Indonesia kian bertambah parah saja. Sepertinya setiap pelaksaan program-program pemerintah Hindia Belanda selalu terkesan “DIPAKSAKAN” dan selalu dibumbuhi dengan “KEKERASAN”. Sejak itu aksi kekerasan oleh aparat pemerintah kepada rakyat jajahan hampir menjadi pemandangan umum setiap hari disaksikan oleh bangsa kita.
ilalangkota

Jawa Timur memang kaya objek wisata religi. Salah satunya adalah Padepokan Indrakila di lereng Gunung Arjuno. Selain menjadi wisata religi, tempat ini juga cukup menarik bagi para petualang.

Pendaki Gunung Arjuna yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kita akan mendapati cerita-cerita menarik seperti yang pernah ada dalam cerita wayang. Kalau dulu cerita-cerita Epos Mahabharata itu hanya dianggap sebagai cerita belaka dalam pagelaran wayang, tetapi di sini kita mendapati kisah-kisah dalam wayang itu seperti benar-benar pernah terjadi di wilayah ini. Bila punya keinginan mendaki Gunung Arjuna ke puncak yang lebih tinggi seperti yang dilakukan para pecinta alam, bisa lewat dari arah selatan, lewat Purwodadi Pasuruan. Di puncak itu kita mendapati tumpukan batu-batu yang konon dipercayai merupakan makam-makam tokoh-tokoh pewayangan, seperti Abiasa (kakek para Pandawa), Bima, Semar, bahkan ada tempat yang dinamakan ‘Wot Ogal Agil’, yang dalam imajinasi cerita  radio “Satriya Madangkara” merupakan tempat Arya Kamandanu menyimpan pedangnya.
ilalangkota

Candi Gunung Gangsir terletak di Desa Gunung Gangsir Kecamatan Beji, sekitar 18 km dari kota Pasuruan. Candi ini sebenarnya bernama bernama Candi Keboncandi, namun karena letaknya di Desa Gunung Gangsir, maka masyarakat setempat menyebutnya Candi Gunung Gangsir.

Tidak banyak informasi yang bisa didapat mengenai candi yang konon dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yaitu sekitar abat ke-11 M. Walaupun diperkirakan berasal dari masa yang lebih awal sebelum masa pemerintahan Singasari, Candi Gunung Gangsir dibangun menggunakan bahan batu bata, bukan batu andesit.

Mengenai fungsi Candi Gunung Gangsir tidak didapatkan informasi yang jelas. Masyarakat setempat mempunyai versi tersendiri mengenai tujuan pembangunan candi ini. Menurut mereka, Candi Gunung Gangsir dibangun sebagai penghormatan kepada Nyi Sri Gati, yang dijuluki Mbok Randa Derma (janda murah hati), atas jasanya dalam membangun masyarakat pertanian di daerah itu.
ilalangkota
Permainan tempo doeloe merupakan permainan Tradisional yang merupakan warisan turun temurun, ini merupakan Aset Budaya Bangsa yang harus di lestarikan dan di kembangkan seiring kemajuan zaman. Kita mungkin sudah melupakan maupun tidak mengajarkan kepada generasi penerus ini, namun seiring kemajuan teknologi memang saat ini anak-anak cenderung bermain dengan permainan elektronik dan internet, apalagi sekarang maraknya jejaring sosial dan BBM yang tidak menutup kemungkinan seusia anak-anak sudah menikmatinya.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjungjung tinggi nilai-nilai Sejarah dan Budayanya” artinya kita jangan begitu saja melupakan sejarah dan budaya  yang pernah ada di negeri yang kita cintai ini.

Banyak sekali permainan tradisional yang mungkin selama ini terlewatkan begitu saja seperti Main Kelereng, Petak Umpet, Bekel, Benteng-bentengan, Gobak Sodor, Main Engklek, Boi-boian dll, Semoga dengan hadirnya artikel ini kita bisa mengenang dan mengingat masa kecil dulu dan dapat mewariskan kepada generasi penerus kita. 

Berikut adalah beberapa permainan tempo doeloe (dolanan jaman mbiyen) yang ada disekitar kita:

Main Kelereng / Gundu
Kelereng (atau dalam bahasa Jawa disebut nèkeran) adalah mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca, tanah liat, atau agate. Kelereng adalah mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca atau tanah liat. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam, umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung.
Orang Betawi menyebut kelereng dengan nama gundu. Orang Jawa, neker. Di Sunda, kaleci. Palembang, ekar, di Banjar, kleker dan di bagian Riau Pesisir disebut permainan Guli.

Labels: 0 comments |
ilalangkota
Sejarah  mencatat. Gajah Mada adalah Mahapatih Amangkubumi mumpuni dan berjasa besar pada Majapahit.  Bahkan, nama besar Gajah Mada, di beberapa daerah, lebih dikenal dari pada raja-raja Majapahit, termasuk Hayam Wuruk atau Sri Rajasanagara (1350 – 1359) sendiri. Karena jasanya,  Professor Muhammad Yamin menyebut Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara. Boleh jadi, konsep Negara Kepulauan Indonesia saat ini adalah visi dari Gajah Mada di tahun 1300 Masehi. Sekitar 7 abad lalu!

Dibalik ketenaran, keunggulan serta kecemerlangan di bidang ilmu politik pemerintahan, hukum serta  kanuragan, namun asal usul, jati diri dan  akhir hayat Gajah Mada masih menjadi teka teki. Gajah Mada muncul dalam sejarah saat menjadi Bekel (kepala) Bhayangkara , yaitu satuan pengawal raja Jayanegara. Gajah Mada mampu menyelamatkan raja ke Bedander karena ada pemberontakan yang dipimpin Kuti. Bahkan, dengan segala daya upaya dan kepiawaiannya, Gajah Mada mampu mengatasi pemberontakan dan mengembalikan Prabu Jayanegara ke dampar kencana tahta Majapahit. Menariknya, tidak mungkin bila Prabu Jayanegara mempercayakan keselamatannya kepada seorang “Gajah Mada” yang tidak diketahui asal usulnya! Ibaratnya, tidak mudah dan tidak mungkin bagi seseorang untuk menjadi bagian apalagi pimpinan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) bila tidak memiliki track record yang luar biasa dan istimewa!
ilalangkota
Kesenian daerah merupakan salah atu asset budaya yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus dan transparan dalam pembinaan, pelestarian serta pengembangannya. di Pasuruan telah tercipta berbagai ragam kesenian dlm bentuk karya Tari yang sebagian besar menggambarkan keaneka ragaman kesenian daerah dan potret cerita rakyat Pasuruan, Karya Tari antara lain: "KENCRING WIRASARI", "TERBANG BANDUNG", "YUDHA MANGGALA", "MERAK ABYOR" dan 'PAKSI KEPODANG. 

Karya Tari "TERBANG BANDUNG"
Merupakan ajang pergelaran kesenian yang dikompetisikan atau dapat diartikan kompetisi terbang dengan dilengkapi sepasang kedencong (kendang kembar) dan dilengkapi dengan sebuah jidor.
Tari Terbang Bandung adalah drama tradisional khas rakyat Pasuruan yang merupakan pperkembangan dari seni Hadrah, tari ini dimainkan oleh dua atau lebih grup "terbang" yang dipentaskan secara bersamasama, istilah "bandung" berarti "Banding"
Drama Tari Terbang Bandung merupakan perbandingan perminan instrumen, kecakapan menari dan kemegahan tata busana antara dua grup terbang yang sedang bertanding.

Labels: 0 comments |
ilalangkota
peta Kota Pasuruan dimana banyak terdapat bangunan arsitektur Cina akhir abad 19
Pintu gerbang makam keluarga Han, yang terletak di jl. Hassanudin, Pasuruan.
Bentuknya mengingatkan kita pada pintu gerbang arsitektur Cina (Pai-Lou)
ilalangkota
Lokasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen atau 50 km dari kabupaten Pasuruan. Tempatnya memang agak lumayan jauh untuk dijangkau para pengunjung, bayangkan saja dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam, dengan kondisi jalan licin bila hujan datang. Namun ternyata masih banyak juga pengunjung yang datang. Suasana Kabut pegunungan dan udara yang sangat dingin semakin menambah kesan angker daerah ini. Di sana pengunjung dapat menikmati suasana hening. Pertapaan Indrokilo banyak dipenuhi dengan patung patung dan arca arca peninggalan jaman Belanda.Meskipun banyak archa dan patung yang rusak namun tempat ini juga masih terawat. Disana juga disediakan penginapan, biaya sewa tidak ditentukan, tergantung keikhlasan yang memberi. Selain lokasi pertapaan di sana juga sangat baik untuk lokasi camping sambil menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara pengunungan ringgitkasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen
ilalangkota
Seni Hadrah Al Banjari menjadi salah satu kesenian tradisi masyarakat Pasuruan.
Seni Hadrah Al Banjari merupakan suatu seni bernafaskan Islam. disebut Al Banjari karena alat terbang serta aturan memukul terbangnya berasal dari Banjarmasin. Meskipun berasal dari luar daerah, kesenian ini sudah memasyarakat di Pasuruan.
ilalangkota
Di balik keindahan panorama Danau Ranu Grati,
terdapat legenda menarik. Syahdan, menurut hikayat penduduk setempat,
Desa Ranuklindungan, bekas Kademangan Klindungan, dulu makmur berkat
kesuburan alamnya.

Seorang yang sakti dan arif, Begawan Nyampo,
pernah hidup di sana. Suatu hari, ia didatangi Endang Sukarni dari
Keraton Mataram. Dia minggat dari istana. Kemolekan sang putri memikat
hati Begawan.
Labels: , 0 comments |
ilalangkota
Sakera adalah seorang tokoh pejuang yang lahir di kelurahan Raci Kota Bangil, Pasuruan, Jatim, Indonesia. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda pada awal abad ke-19. Sakera sadalah seorang jagoan daerah yang melawan penjajah Belanda di perkebunan tebu Kancil Mas Bangil. Legenda jagoan berdarah Bangil ini sangat populer di Jawa Timur utamanya di Pasuruan dan Madura.
Labels: 0 comments |
ilalangkota
Bromo mempunyai pesona alam yang sangat luar biasa, tidak akan pernah habis kekaguman kita oleh pemandangan alam yang indah. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama, gunung bromo ini merupakan gunung yang masih aktif dan objek pariwisata yang sangat terkenal diwilayah jawa Timur. Gunung bromo mempunyai ketinggian 2.400 meter diatas permukaan laut.

Padang Savana dialam pegunungan yang sangat sejuk, kita dapat melihat rerumputan kering dan padang pasir yang sangat luas. Yang sangat menarik dan indah pada saat matahari terbit yang kita lihat dari Puncak Gunung di Pananjakan, karena kabut yang menyelimuti bawah gunung bromo membuat panorama indah dan mistik. Untuk mencapai gunung pananjakan kita dapat menyewa mobil hardtop yang banyak terdapat di penginapan. Atau jika anda ingin menikmati pemandangan secara alami dan sehat anda dapat melewati jalan setapak menunuju jalan penanjakan. Tetapi sangat disarankan anda menyewa guide yang sudah sangat terbiasa akan jalan dan medan di Bromo.
Labels: 0 comments |
ilalangkota
Danau Ranu Grati merupakan salah satu obyek wisata alam kabupaten pasuruan. Dengan luas 198 hektar ini, Danau Ranu Grati ini terletak diantara 3 desa di kecamatan Grati, yaitu Desa Sumberdawesari, Desa Ranuklindungan, dan Desa Gratitunon. Jumlah penduduk yang bermukim di sekitar Ranu Grati sekitar 18.564 jiwa. Lokasi danau Ranu Grati berada di sebelah selatan tidak jauh dari jalan pantai utara diantara ruas Pasuruan - Probolinggo. Di Danau Ranu Grati ini mulai dulu sampai sekarang banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mencari penghasilan mencari ikan, dikawasan Danau Ranu Grati (biasanya disebelah barat) banyak berdiri keramba untuk menangkap ikan.
Labels: , 0 comments |
ilalangkota
I. Lokasi
Desa Pusungmalang termasuk wilayah Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, terletak di lereng Gunung Penanjakan salah satu anak Gunung Bromo. Dari kota Pasuruan menuju ke desa tersebut akan melewati beberapa desa antara lain, desa Gondangwetan, desa Pasrepan, desa Puspo dan kemudian naik menelusuri bukit-bukit yang ber kelok-kelok dan terjal kurang lebih selama dua jam perjalanan, barulah sampai ke Desa Pusungmalang ini. Desa Pusungmalang terdiri atas lima Dusun yaitu: Dusun Mangu, Wonogriyo, Kenongo, Jagungsromo, dan Dusun Pusungmalang. Tim Balai Arkeologi Yogyakarta sudah empat tahap (satu tahap penelitian dalam satu tahun) mengadakan penelitian dan berhasil mengidentifikasi sebuah tinggalan arkeologi berbentuk punden berundak dari masa Hindu yang dinamakan Candi Sanggar, dan letaknya di Dusun Wonogriyo.
Labels: 0 comments |
ilalangkota
Masyarakat Suku Tengger merupakan salah satu masyarakat yang hidup di pegunungan Bromo di Kawasan Probolinggo ? Pasuruan ? Lumajang ? Malang. Konon asal mula cerita masyarakat Tengger terbentuk dari pelarian prajurit dan penduduk Majapahit ketika suatu ketika kerajaan ersebut diserang oleh Demak. Untuk mempertahankan diri jalan atu-satunya bagi mereka adalah melarikan diri, dan sampailah mereka dipegunungan Tengger.

Perjalanan selanjutnya, sebagai suku pelarian dan membentuk suatu masyarakat dengan berbagai pranata sosialnya mereka memiliki berbagai karakteristik sosial, budaya, politik dan agama. Berbagai aspek karakteristik tersebut saling terkait satu sama lain dan tidak bisa dipisah-pisahkan. Agama memiliki keterkaitan dengan politik dan sosial dan demikian pula sebaliknya.
Labels: 0 comments |
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...